Cara Sukses Menjalankan Minimarket Rumahan Atau Minimarket Pedesaan

Minimarket merupakan salah satu toko modern yang hingga kini terus meroket peminatnya. Selain dikarenakan konsepnya yang kekinian tak lain tidak bukan adalah karena keuntungan yang didapatkan dari pendirian minimarket cukuplah menggiurkan. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman sebuah minimarket berukuran kecil saja dapat meraup keuntungan kotor sebesar 1 hingga 2juta/hari dan dapat memperoleh keuntungan bersih sebesar 5juta/bulan. Sebagai perhitungan gambaran saja, misalkan modal awal pendirian adalah 150juta, dengan keuntungan 5juta/bulan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari 2juta. Maka masih tersisa 3juta/bulannya. Sehingga 3juta x 12bulan = Rp. 36.000.000. Dalam kurun waktu 4 sampai 5 tahun modal awal pendirian sudah dapat kembali utuh dan dapat digunakan untuk pengembangan minimarket ke lebih besar atau membuka cabang lagi guna memperluas cakupan usaha. Gambaran tersebut didapatkan hanya dengan modal 150juta yang dibilang masih kecil untuk usaha-usaha seperti ini. Semakin besar modal yang digunakan semakin besar pula penghasilan yang didapatkan dan semakin cepat pula modal awal kembali.

Tetapi, tentulah modal 150juta masih terbilang terlalu tinggi untuk para wiraswasta pedesaan. Untuk memulai usaha minimarket tentu banyak jalan yang dapat ditempuh. Untuk memiliki sebuah minimarket desa dapat dimulai dengan modal kecil. Sebenarnya untuk kelas minimarket desa bisa dibilang hanya seperti warung biasa namun konsepnya yang berbeda. Konsep yang digunakan mengacu pada minimarket modern yaitu mengambil barang sendiri.

Nah jika Anda memiliki tekad kuat untuk mendirikan minimarket dengan modal kecil skala pedesaan alangkah baiknya perhatikan hal-hal berikut ini:

Kondisi Geografis Sekitar

Sebelum terjun kedalam dunia usaha minimarket, tentu saja semua aspek dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penjualan harus Anda pahami. Ini dikarenakan sangat berpengaruh terhadap jalan kedepannya usaha minimarket yang dijalankan. Salah satu faktor yang harus Anda pelajari adalah kondisi geografis. Ini adalah pertimbangan pertama yang harus benar-benar dipahami. Coba lakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitar yang nantinya akan dijadikan lokasi minimarket.

Meskipun masih berskala kecil-kecilan hal seperti ini sudah menjadi perhitungan wajib yang harus dipelajari jika benar-benar ingin toko maju. Jangan sampai toko yang nantinya Anda buka hanya ramai sesaat saja, sebagai contoh hanya ramai di awal pertama kali buka dan sepi dikemudian hari. Ini sudah banyak dialami oleh beberapa toko-toko, pastinya juga Anda sendiri dapat melihat sendiri disekitar Anda kasus tersebut. Ini terjadi karena mereka tidak berfikir panjang dan mempelajari terlebih dahulu kondisi sekitar tempat jualan.

Misalkan saja kondisi lingkungan disekitar berdirinya minimarket rumah atau minimarket desa sering hujan, tetapi Anda menjual terlalu banyak produk-produk untuk kondisi musim dingin atau sebaliknya. Maka yang benar adalah jika kondisi terlalu sering hujan jualah lebih dominan makanan atau produk-produk musim panas dan jika kondisi lingkungan lebih dominan panas, jualah produk-produk yang dingin.

Kondisi geografis tidak terpaut oleh kondisi cuaca saja, namun perhatikan pula faktor lainnya yang berkaitan. Misalkan saja disekitar minimarket lebih dominan orang dewasa atau anak-anak. Lebih banyak laki-laki atau perempuan. Meskipun faktor-faktor ini sebenarnya tidak berpengaruh besar terhadap jalannya minimarket rumahan, tetapi hal ini juga tetap harus dipertimbangkan.

Kondisi Perekonomian Sekitar

Setelah kondisi geografis berhasil dipelajari kemudian bagian selanjutnya adalah coba lakukan pengamatan atas kondisi perekonomian atau keuangan sekitar lokasi minimarket desa atau minimarket rumah. Nah, pada faktor ini salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan. Jangan sampai produk-produk yang dijual terlalu mahal atau diluar jangkauan kondisi keuangan masyarakat sekitar minimarket. Faktor ini bisa terbilang sangat penting karena nantinya akan berkaitan dengan nomimal pelabelan harga setiap produk. Ya boleh saja menjual produk-produk yang terbilang premium namun jangan sampai lebih dari 10% mendominasi dari semua jenis produk yang dijual.

Letak Atau Lokasi Pendirian Minimarket

Hampir 60% penyebab kegagalan atau tidak lakunya penjualan produk-produk didalam minimarket adalah kesalahan dalam pemilihan tempat atau lokasi pendirian minimarket. Jadi sebelum mendirikan sebuah usaha termasuk minimarket meskipun skala kecil-kecilan (seperti : Minimarket Desa atau Minimarket Rumah) usahakan lokasi terbilang strategis. Strategis dalam artian banyak yang melewati jalan disekitar berdirinya minimarket. Tidak melulu mencari lokasi pada jalan utama, meskipun Anda memilih jalan utama namun sedikit yang melawati jalan tersebut tentu saja sama saja bohong. Kebanyakan jika Anda amati para pelaku usaha minimarket kelas besar lebih memilih pusat-pusat kota dengan padat aktifitas manusia ketimbang pada jalan utama dengan padat aktifitas kendaraan.

Saya sarankan jika Anda ingin mendirikan sebuah minimarket desa atau minimarket rumah pilihlah lokasi yang benar-benar memiliki banyak aktifitas manusia, dengan pertimbangan sebagai berikut :

  1. Pertimbangkan jarak antara pesaing toko dengan minimarket Anda berdiri. Dikarenakan minimarket masih skala kecil, pesaing bentuk warung-warung rumahan juga harus dipertimbangkan
  2. Usahakan jarak antara lokasi minimarket Anda dengan pesaing lebih kurang paling dekat 100m
  3. Pilihlah lokasi tempat usaha dengan padat aktifitas manusia. Sebagai contoh pertigaan atau perempatan jalan, tikungan, jalan putar balik, jalur lambat dan sebagainya
  4. Usahakan berdirinya bangunan minimarket rumahan atau minimarket pedesaan tidak terlalu dekat dengan pasar tradisional dan sejenisnya
  5. Usahakan pendirian minimarket berdekatan dengan fasilitas-fasilitas umum seperti gedung pertemuan, kantor desa, dll

Perhatikan Konsep Pendirian Minimarket

Meskipun masih berskala minimarket rumahan atau minimarket pedesaan tentunya konsep harus tetap dipertimbangkan. Hal ini berpengaruh terhadap penilaian pembeli dari tampilan luar. Karena tidak sedikit pula yang menilai tampilan luar terlebih dahuulu sebelum membeli. Konsep yang unik dapat menjadi daya tarik tersenderi bagi pembeli yang belum mengenal atau sama sekali berbelanja. Dengan daya tarik ini ada kemungkinan calon pembeli pensaran dan mampir ke minimarket Anda. Usahakan gunakan konsep yang unik dan mengikuti tren masa kini.

Pemilihan Distributor Yang Tepat

Untuk menunjang kemajuan minimarket, tentunya jumlah ketersedian produk atau barang haruslah terjaga dengan baik. Jangan sampai barang atau produk yang paling banyak dicari didalam minimarket sampai kehabisan stok. Hal ini sebagai komitmen menjaga kepercayaan kepada pembeli juga bertujuan untuk menjaga kestabilan perputaran dana didalam minimarket. Sehingga jalinlah hubungan baik dengan distributor yang tepat. Hubungan yang baik juga akan membawa hal yang baik pula. Untuk memilih distributor yang tepat, Anda juga harus melakukan pilih-pilih dahulu. Jangan sampai distributor yang Anda pilih terlalu mahal mematok harga dasar produk atau barang. Hal ini karena sangat berpengaruh besar terhadap persaingan harga pasar minimarket Anda dengan pesaing sekitar.

Pelabelan Harga

Faktor berikutnya yang harus diperhatikan adalah harga yang akan diterapkan terhadap produk atau barang yang akan dijual. Lakukanlah pengamatan harga patok yang diberlakukan dari pesaing-pesaing sekitar. Pengamatan dan perhitungan yang baik akan membawa kemajuan yang signifikan terhadap kemajuan minimarket. Selisih 300rupiah saja calon pembeli akan berpindah hati ke tempat lainnya. Lebih baik mendapat keuntungan sedikit tetapi rutin, dari pada untung banyak tetapi hanya laku 1 atau 2 kali saja.

Penataan Atau Penempatan Produk Dalam Minimarket

Jika Anda mempelajari faktor ini dengan detail, penempatan setiap produk tentu saja ada aturannya. Karena setiap pembeli mulai masuk kedalam ruangan minimarket, ada kecenderungan pembeli tersebut akan membeli produk atau barang lain selain yang diinginkan. Tentunya cara ini memiliki ilmu pembacaan tersendiri. Mungkin pada bagian ini nantinya usahaminimarket.com akan mengulas pada artikel selanjutnya dengan detail.

Penggunaan Alat Display Yang Tepat

Dikarenakan kita membicarakan minimarket rumahan atau minimarket pedesaan dalam skala kecil, alat display ini adalah rak. Gunakanlah rak diplay sesuai dengan fungsinya dan tidak berlebihan maupun kurang. Sesuaikan penggunaan rak diplay dengan luas ruangan yang digunakan. Dikarenakan mengusung konsep minimarket yang dipandang modern usahakan jangan menggunakan rak display seadanya, hal ini supaya tidak membanting nilai pandang pembeli terhdapat minimarket yang terkesan modern. Jika pembeli sudah memberikan nilai yang kurang baik terhadap minimarket, ada kecenderungan pembeli tersebut tidak akan kembali berbelanja di minimarket Anda.

Penghitungan Keuangan Yang Tepat

Faktor terakhir yang harus benar-benar Anda perhatikan adalah penghitungan keuangan dari minimarket. Ini mencakup berapa labar kotor dan bersih yang didapatkan tiap hari, bulan dan tahunnya. Jangan sampai salah melakukan penghitungan, terlalu banyak mengambil keuntungan untuk kebutuhan sehari-hari akan mengakibatkan perputaran dana dalam minimarket terganggu. Dan jika terjadi terus menerus bukan tidak mungkin minimarket Anda akan jatuh dan tutup. Maka dari itu, untuk mendapatkan perhitungan yang baik dan tepat, saya sarankan Anda menggunakan software penjualan. Dengan menggunakan sebuah software Anda akan benar-benar mengetahui berapa keuntungan bersih yang didapatkan.

Nah diataslah beberapa faktor atau hal yang harus diperhatikan dengan baik, jika ingin menjalankan bisnis minimarket rumahan atau pedesaan. Untuk lebih detailnya dari setiap faktor mungkin usahaminimarket.com akan membahasnya pada artikel berikutnya secara bergantian.

%d blogger menyukai ini: